Berikut adalah laporan situasi perkembangan HIV dan AIDS di Indonesia sampai dengan 30 Juni 2009, yang diterima dari Ditjen PP & PL, berdasarkan surat Direktur Jenderal P2PL, Dr. Tjandra Y Aditama,SpP(K), DTM&H:
1. Laporan Kasus AIDS
a. Sampai dengan 30 Juni 2009 secara kumulatif jumlah kasus AIDS yang dilaporkan adalah sebagai berikut:
Kasus AIDS : 17699
Provinsi yang melaporkan AIDS: 32 provinsi
Kabupaten/Kota yang melaporkan AIDS: 300 kab/kota
Ratio kasus AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 3:1
b. Cara penularan kasus AIDS kumulatif yang dilaporkan melalui Heteroseksual 48,8%, IDU 41,5%, dan Lelaki Seks Lelaki 3,3%.
c. Proporsi kumulatif kasus AIDS tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 20-29 tahun (50,07%), disusul kelompok umur 30-39 tahun (29,63%) dan kelompok umur 40-49 tahun (8,49%).
d. Kasus AIDS terbanyak dilaporkan dari Jawa Barat, DKI Jakarta,Jawa Timur, Papua, Bali, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau.
e. Rate kumulatif kasus AIDS Nasional sampai dengan 30 Juni 2009 adalah 7,83 per 100,000 penduduk (berdasarkan data BPS 2006, jumlah penduduk Indonesia 227.132.350 jiwa).
f. Rate kumulatif kasus AIDS tertinggi dilaporkan dari provinsi Papua (18,08 kali angka nasional), Bali (4,9 kali angka nasional), DKI Jakarta (3,9 kali angka nasional), Kep. Riau (3,5 kali angka nasional), Kalimantan Barat (2,3 kali angka nasional), Maluku (1,8 kali angka nasional), Papua Barat (1,3 kali angka nasional), Kep. Bangka Belitung (1,4 kali angka nasional), Riau (1,0 kali angka nasional), DI Yogyakarta dan Sulawesi Utara (1,0 kali angka nasional) dan Jawa Barat (1,08 kali angka nasional).
g. Proporsi kasus AIDS yag dilaporkan telah meninggal adalah 20,7%.
h. Infeksi oportunistik yang terbanyak dilaporkan adalah:
* TBC: 9502
* Diare kronis: 5203
* Kandidiasis oro-faringeal: 5109
* Dermatitis generalisata: 1348
* Limfadenopati generalisata: 642
i. Pada triwulan ini penambahan kasus AIDS adalah sebanyak 735 kasus.
2. Laporan Monitoring VCT
a. Laporan ini didapatkan dari layanan VCT. Persentase kumulatif infeksi HIV tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 30-39 tahun (16,49%), disusul kelompok umur 20-29 tahun (15,41%) dan kelompok umur kurang dari 1 tahun (13,61%).
b. Kelompok resiko pada kumulatif infeksi HIV pada layanan VCT dilaporkan pada kelompok IDU (52,18%), pada kelompok waria (25,89%) dan Pasangan resiko tinggi (15,83%).
c. Rate kumulatif infeksi HIV positif tertinggi dilaporkan dari provinsi DKI Jakarta (40,3), Banten (29,0), Kepri (22,9), Bali (20,2), Papua Barat (19,7), Jawa Barat (19,2), Jawa Timur (13,2), Papua (11,8), Riau (11,6), DI Yogyakarta (11,1).
3. Laporan Monitoring CST
a. Perawatan HIV di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 2005 dengan jumlah yang masih dalam pengobatan ARV pada tahun 2005 sebanyak 2.381 (61% dari yang pernah menerima ARV). Kemudian sampai dengan Juni 2009 terdapat 12.493 ODHA yang masih menerima ARV (58% dari yang pernah menerima ARV). Jumlah ODHA yang masih dalam pengobatan ARV tertinggi dilaporkan dari provinsi DKI Jakarta (5.580), Jawa Barat (1.532), Jawa Timur (1.031) , Bali (695), Jawa Tengah (411), Papua (410), Sumatera Utara (389), Kalimantan Barat (350), Sulawesi Selatan (286), dan Kepulauan Riau (282).
b. Kematian ODHA menurun dari 46% pada tahun 2006 menjadi 17% pada tahun 2008.
c. Sampai dengan Juni 2009 79,48% masih menggunakan rejimen lini pertama, 18,58% telah substitusi (salah satu ARV nya diganti dengan obat ARV lain tapi masih pada kelompok lini pertama yang original) dan 1,94% switch (1 atau 2 jenis ARV nya diganti dengan obat ARV lini kedua).
4. Laporan Estimasi dan Proyeksi
Estimasi populasi rawan tertular HIV di Indonesia tahun 2006 sebesar 193.000. Pada tahun 2014 diproyeksikan jumlah infeksi baru HIV usia 15-49 tahun sebesar 79.200, dan pryeksi untuk ODHA usia 15-49 tahun sebesar 501.400 kasus.
Data lengkap bisa di unduh di http://spiritia.or.id/Stats/Statistik.php
Admin.