Selamat Jalan Teman

Hampir seminggu yang lalu saya dapat berita Duka. Datang dari pasangannya yang secara tidak sengaja menemukan pesan-pesan dalam buku hariannya. Pasangannya mengabarkan kalau teman saya itu sudah tiada dua minggu sebelumnya. Jadi sudah tiga minggu yang lalu.

Kalau saja pasangannya itu tidak membaca isi buku hariannya, tentunya saya dan teman-temannya di sini tidak akan mendapatkan informasi mengenai ketiadaannya itu. Dan bukan itu saja, banyak hal penting yang dia tinggalkan yang belum selesai di kerjakan akan terbengkalai dan tidak bisa dilanjutkan jika saja buku hariannya hilang atau tidak dibuka oleh siapa pun.

Tentang Temanku…

Teman aneh ku itu adalah seorang Odha, yang lahir dan besar di Bengkulu. Kemudian tamat dari sekolah putih biru, dia berangkat ke kota ‘besar’ dan tinggal bersama orang tuanya. Namun, entah kenapa tahun 2006 dia kembali ke Bengkulu dan membuka usaha.

Usaha yang dia buka di Bengkulu terasa seperti bukan usaha. Karena tidak nampak orang jual dan beli. Sebulan kemudian diapun mengajak saya dan beberapa teman yang lain untuk ikut di bisnis yang dia kembangkan.

Beberapa dari kami kurang antusias dengan bisnis yang dia jalankan, namun saya tidak melihat dia pesimis. Bahkan dia terus memotivasi kami untuk serius di bisnis ini.

Setelah 3 bulan ikut dia, baru kemudian dia menawarkan gaji yang sulit untuk diterima akal normal saat itu. Dimana bisnis yang dia jalankan tidak nampak, namun bisa memberikan gaji hingga 3 juta perbulan. Kami pun tidak ada yang menolak, dan akhirnya kami ikut dalam bisnis yang dia kembangkan. Hingga akhirnya dia pun harus berangkat kembali ke Jakarta.

Sejak pertama saya tidak merasakan perubahan-perubahan yang ada dalam dirinya. Orang yang periang, murah senyum, suka membantu teman, senang bergaul, suka teknologi, banyak teman, itu yang saya ketahui sejak mengenai dia dari sekolah dulu. Jadi saya benar-benar tidak menyangka bahwa ada yang berubah dalam dirinya.

Kemudian secara mendadak dia kembali ke Jakarta, dan saya kemudian bekerja di dunia yang bersentuhan dengan Informasi HIV/AIDS.

Suatu hari, dalam sebuah diskusi HIV di Jakarta. Saat itu saya di utus untuk mengikuti kegiatan di Jakarta, dan dia ada diantara peserta. Awalnya dia tidak mau menegur (itu yang dia sampaikan), hingga dia terpaksa menegur karena dia menjadi salah satu orang yang akan ‘membuka rahasia’ di forum resmi saat itu.

Saya terkejut, dan setelah pemaparan, dia langsung menuju ke kursi saya. Dalam obrolah kami, dia menceritakan kejadian yang dia alami, alasan mengapa pulang ke Bengkulu, kembali lagi ke Jakarta dan tidak kembali hingga saat ini. Obrolan ini berlanjut di Rumah Sakit, karena dia meminta saya untuk menemani pasangannya yang sedang sakit di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Saat itu, dia dan pasangannya menjadi korban dari HIV, dan dia masih bisa bertahan meski kulit sudah menampakkan ruam-ruam. Ternyata sejak dia kembali ke Jakarta, pengobatan yang dia jalani tidak berjalan atau mengalami kegagalan (itu yang dia sampaikan). Karena dia mengikuti program yang di upayakan oleh pemerintah.

Sebagai informasi, saat itu di Rumah Sakit, pasangannya mengalami kondisi yang jauh lebih parah dari dia. Kalau istilah angka CD4, tentunya dia masih menang dari pasangannya.

Namun, ajal berkata lain. Dia harus mendahului pasangannya yang saat ini lebih pulih dan bisa menyampaikan informasi ini ke saya dan teman-teman.

Saat ini, dia tidak di kuburkan di Bengkulu. Mengingat orang tuanya tidak tinggal lagi di Bengkulu dan sanak saudara di Bengkulu tidak diperkenankan tahu kondisi sebenarnya. Jadi, saya cuma bisa menyampaikan rasa duka melalui pasangannya kepada keluarganya.

Saya tidak tahu lagi mau bercerita tentang apa, karena khawatir identitas teman saya ini terbongkar dan akan merusak nama keluarganya. Sehingga saya memilih kata-perkata dengan sangat hati-hati agar tidak merujuk ke seseorang.

Saya tidak bisa bercerita secara detail atau seperti pengarang terkenal. Saya hanya ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin bisa menjadi pelajaran atau hanya informasi.. entahlah.. semoga saja bisa bermanfaat…

Satu lagi, jika saja pasangannya tidak membuka dan membaca isi dari buku hariannya. Maka tulisan ini tidak akan bisa saya tulis di blog ini. Karena dia adalah owner dari blog ini dan memiliki andil besar dalam mengumpulkan dan mencari informasi termasuk dalam menyediakan sumber keuangan bagi pencari informasi (jika dia tidak bisa). Untung saja dia menuliskan semua password blog yang dia buat termasuk blog ini, semua pekerjaannya, semua ide-idenya, sehingga pekerjaannya yang belum selesai dapat dibantu dikerjakan, dan ide-idenya sudah disampaikan kepada yang ditujukan.

Dan bagi saya, saya hanya bisa melanjutkan blog ini meski 2 tahun saya lihat tidak aktif karena komunikasi dengan dia benar-benar putus. Saya coba untuk melanjutkan ide-ide dia sekalipun itu sulit bagi saya untuk meneruskan. Karena posisi saya jauh dari sumber informasi.

Selamat jalan teman rahasia yang identitasnya disembunyikan. Semoga apa-apa yang sudah kamu kerjakan, dapat menjadi pahala bagimu, dan apa-apa yang kamu tinggalkan dapat kami lanjutkan.

Salam dari Bengkulu

bee

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.