BUBARKAN KPA BENGKULU (PRESS RELEASE)

Press Release

Kami terdiri dari.
Persaudaraan Korban Napza Indonesia, JOTHI, KIPAS (Kantong Komunitas), BEM UNIB, BEM STIKES TMS dan Yayasan LAYAK bergabung, hearing ke DPR

1 Desember senantiasa diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia (HAS) yang merupakan hasil, Kesepakatan pada, Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia untuk membahas Program Pencegahan HIV dan AIDS tahun 1988. Sementara data Konsep ini kemudian diambil alih oleh Pemerintah, dan lembaga-lembaga Internasional serta lembaga amal (charities) di seluruh dunia. Sejak saat itu, HAS menjadi agenda tahunan diseluruh dunia diperingati untuk meningkatkan kesadaran akan pandemi AIDS global akibat penyebaran infeksi.

Sejak pertama kali tahun 2001 kasus HIV/AIDS grafik hiv terus meningkat.Data Dinkes 2008 sampai dengan bulan September 2008 mencapai 139 kasus, dan data LSM Layak yang menangani isu HIV terdapat 339 Orang terdiri anak-anal, dan usia remaja bahkan ibu rumah tangga. Dari tahun ke tahun jumlah orang yang terinfeksi HIV di Propinsi Bengkulu terus saja bertambah.

Sesuai dengan KEPRES No.KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 1994 TENTANG KOMISI PENANGGULANGAN AIDS dan Kepmendagri No. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 20 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN UMUM PEMBENTUKAN KOMISI PENANGGULANGAN AIDS DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENANGGULANGAN HIV DAN AIDS DI DAERAH.

KPA sebagai Instansi yang fokus pada penanggulangan AIDS tidak memiliki kejelasan. Tidak ada dana, tidak ada program yang terarah, sehingga proses penaggulangan aids belum nampak, kalau seperti hal tersebut bubarkan saja Komisi Penggulanghan AIDS (KPA)

Di Bengkulu sendiri sudah ada ODHA jaringan orang dengan HIV/AIDS.(Jothi) dan kebutuhan akan akses kesehatan ODHA itu sendiri tidak ada, stigma diskriminasi masih kuat.
Bagi Odha yang ingin cek kesehatan seperti:CD4, VL, HB belum bisa dilakukan di Bengkulu, karena memang fasilitasnya belum ada di bengkulu.

Sementara Obat ARV (subsidi pemerintah pusat) sekarang mulai tersendat bahkan terhenti, ini menimbulkan kepanikan bagi Odha yang mengkosumsi obat tersebut, obat tersebut di konsumsi seumur hidup tidak boleh berhenti, jika berhenti akan berpengaruh pada kesehatan.

Sementara odha yang ingin memeriksakan CD4 (macam sel darah putih/limposi, untuk mengetahui kerusakan) Viraload (alat Untuk mengukur jumlah virus yang ada dalam darah)fasilitas ini tidak ada di Bengkulu.

Tuntutan DPR
1. Kembalikan fungsi KPA sesuai dengan Kepres Presiden
- Anggarkan dana Program Penanggulangan HIV/AIDS
” Bila ini tidak berjalan. BUBARKAN SAJA KPA

2. Sipakan Pembuatan Perda HIV/AIDS

3. Mengingat Terputusnya komunitasi informasi HIV/AIDS pada lingkup kemahasiswaan. Pada masarakat, , pelajar dan kelompok kunci. Berikan akses komunikasi Informasi Pencegahan HIV langsung.

Yang Paling Mendesak adalah:
4. Segera tindak lanjuti subsidi obat ARV yang terputus
5. Adakan fasilitas akses alat cek kesehatan bagi orang dengan HIV/AIDS ODHA
- alat tes CD4
- alat tes viraload
- alat tes HB
- adakan screening darah
(di bengkulu belum ada screening darah)
- Hapus stigma dan diskriminasi bagi ODHA.

Kami terdiri dari organisasi kepemudaan dan LSM dalam menghadapi krisis Global membutuhkan ketenangan untuk bekerjasama secara sehat dalam penanggulangan AIDS dan kami menuntut DPR untuk merealisasikan hal tersebut diatas.

Koordinator Hearing.

Satu Tanggapan

  1. Kami lebih parah lagi…KPAP hanya dijadikan ajang proyek dan pengeksploitasian objek ODHa untuk kebutuhan program… sedangkan untuk kebijakan, kita tidak pernah diajak ikut……. bayangkan, struktur KPAP tidak melibatkan secara langsung ODHA yang berdaya…selama ini belum ada kontribusi konkrit dari KPAP Sumbar kpd LSM HIV/AIDS yang ada…..ARV sempat putus di Sumbar, mereka cmn berdoa saja tanpa ada perjuangan….hmm…kayaknya kami dari Sumbar setuju akan hal itu…selama tidak ada pembenahan yang baik di segi program dan struktur KPAP tersebut…..Salam Pita Merah

    —-
    >>>> Ups… sabar fren… jangan mendahului fakta… Dari kasus yang terjadi di Bengkulu, ternyata ada komunikasi yang putus secara “sengaja”. Saya di sini hanya penyampai informasi. Tetapi, kalau anda mendapatkan counter release dari JOTHI, bahwa isue “pembubaran” adalah sangat jauh dari tujuan JOTHI. Bahwa mereka butuh akses, dan ternyata mereka selama ini hanya butuh, namun lewat tangan orang lain yang “tidak terinfeksi”. Nah itu yang saya maksud dengan “sengaja” diputus informasinya.

    Sekarang, ada baiknya anda duduk bersama dengan KPAP, minta untuk ada di dalam struktur. Ingat, gunakan pameo “TAK KENAL MAKA TAK SAYANG” dan “JANGAN SELALU MEMINTA, GUNAKAN TANGAN UNTUK MEMBERI”. Odha akan selamanya menjadi OBJEK jika tidak mau membenahi diri sendiri. Kalau selalu meminta, maka selamanya akan dikasih. Dan itupun kalau di kasih.

    Lanjutkan perjuangan bersama. Kalau saja anda tahu fungsi KPAP, anda tidak akan menyalahi KPAP. Wong KPAP itu seharusnya jadi mediator (fasilitator), bukan supir. Dan anda jangan jadi penumpang. Jadilah mesin nya… Di Bengkulu sedang di bangun hal ini (itu laporan yang saya terima). thx

Tinggalkan Balasan