Provinsi Bengkulu, meski tidak tampak, ternyata sudah banyak kasus HIV yang terdeteksi. Sejak tahun 2000, provinsi Bengkulu hanya mengandalkan test Anonimous yang dilakukan Dinkes Provinsi di lokasi-lokasi rawan penularan HIV (atau di istilahkan dengan kelompok kunci) seperti lokalisasi, lembaga pemasyarakatan (lapas), atau panti pijat yang ada di Provinsi Bengkulu. Hanya karena data yang disajikan masih bersifat anonim (nama sumbernya tidak dicantumkan), masyarakat Bengkulu masih menganggap bahwa kasus HIV belum perlu disikapi dan hanya dipandang sebelah mata.
Dan kemudian data yang disampaikan ke Depkes sebagaimana yang disajikan dalam situs resminya www.depkes.go.id pun ternyata “kurang lengkap” sehingga banyak dari aktivis AIDS merasa kurang terbantukan oleh data dalam menyampaikan informasi ke masyarakat, karena masyarakat masih beranggapan bahwa kasus HIV belum perlu dikuatirkan.
Berikut ini data yang disampaikan Dinkes Provinsi dalam setiap laporannya ke Depkes RI sampai dengan Juni 2008.
Dengan melihat data disamping, maka bisa jadi sebagian besar masyarakat Bengkulu beranggapan bahwa kasus di Bengkulu masih tergolong kecil atau sangat kecil. Karena masyarakat Bengkulu masih dikaburkan dengan informasi bahwa HIV dan AIDS adalah sama. Apalagi sejak tahun 2006, Depkes tidak lagi menyajikan data HIV positif didalamnya, namun langsung ke AIDS secara akumulasi.
Padahal, masyarakat Bengkulu pun harus disadarkan juga dengan keberadaan HIV positif yang tidak disajikan oleh Dinkes. Sehingga, tidak ada kata ”tidak tahu” atau ”terkejut” dengan banyaknya kasus HIV.
Ini terbukti dari masih minimnya informasi HIV/AIDS yang ada di Provinsi Bengkulu baik yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan maupun Rumah Sakit sebagai “lembaga” yang berhubungan langsung dengan kasus-kasus ini.
HIV dan AIDS tidak sama.
Sebagai informasi, bahwa HIV dan AIDS berdasarkan fasenya, adalah tidak sama. Meski kata HIV dan AIDS sering disatukan penggunaannya. Namun dalam pemaknaan dan kondisi riilnya tidaklah sama.
Sebagaimana dengan defenisinya, bahwa HIV adalah suatu jenis virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Jadi, dikatakan fase HIV adalah dimana virus-virus masih dalam tahapan menyerang dan merusak kekebalan tubuh. Dan pada fase ini, tidak banyak orang yang menyadari bahwa didalam tubuhnya sedang digerogoti oleh yang namanya virus HIV.
Berbeda dengan virus Flu misalnya, dimana pada saat proses penyerangannya, seseorang langsung merasakan gejalanya seperti bersin, yang diikuti dengan demam atau panas tinggi. Atau virus SARS, dimana panas tubuh naik dalam derajat tidak wajar secara mendadak, sehingga alat deteksi panas tubuhpun mudah mendeteksinya. Atau virus ebola, yang langsung merusak struktur tubuh baik dalam maupun luar tubuh sejak 3 hari diserang.
Virus HIV, meski ada juga yang merasakan gejala dini seperti terserang flu, namun kebanyakan tidak ada yang merasakan gejalanya atau disebut fase asimtomatik. Alat deteksi virus (test HIV) pun baru dapat bekerja efektif setelah 3 hingga 6 bulan sejak orang terinfeksi HIV. Dan selama virus menggandakan dirinya dalam tubuh inang (manusia), selama itu pula orang tersebut tidak mengalami gejala dalam tubuhnya, namun selama itu pula orang tersebut dalam menularkan ke orang lain jika berperilaku tidak aman atau orang lain tersebut kurang mengindahkan prinsip kewaspadaan universal.
(owner, tulisan di perbaiki dari pengirim yang tidak ingin identitas di tampilkan, dan data diolah dari beberapa sumber)
DIarsipkan di bawah: info, opini | Ditandai: Bengkulu, Kasus HIV Bengkulu

good lah,,,,!!!finally ada jg situs yg lebih moderat&g bikin orang jadi muna. tapi beritanya masih kurang banyak misalnya kena aids itu dibengkulu banyakan karena apa,,,,?sex bebaskah??? atau budaya gotong royong pake jarum suntik kah???atau ortunya kena trus nuler di anaknya kah??.Trus kapan kita harus periksa ???.setiap tahun kah?seperti medical check up atau apa gitu?&hopelly ada messenger yg bisa di kunjungi temen2 sesama pemerhati aids or yg juga sedang “mendalami aids”(sdh terinfeksi),,,jadi bisa ngobrol and tanya2 seputar pengobatan yg dilakukannya atau adakah pil gratis dr pemerintah&susu gratis&pemeriksaan gratis untuk para perempuan korban KEGANASAN lelaki???? and kl yg sudah pernah kena&virusnya udah kabur dr badan trus temen2 ngadain kegiatan apa?dimana?.ada g wadah untuk relawan seperti didaerah jawa srikandi or any other,apapun itu pastinya sangat membantu untuk masyarakat bengkulu khususnya.GOOD JOB@i-z
Pengidap HIV masih seperti gunung es. Yang terdeteksi hanya sebagian sementara yang tidak diketahui lebih banyak.
—–
>>>> Stuju… Ternyata setelah saya melakukan penelitian singkat. Bahwa data yang terlaporkan di Klinik VCT RS. M. Yunus itu belum seberapa dengan data sebenarnya. Saya baru mendapatkan laporan via telepon dari owner 3 bahwa ternyata banyak dari warga bengkulu yang “malu” melakukan test di Bengkulu, dan mereka melakukan test di Jakarta. Hingga hari ini (22 Desember) saya mendapatkan laporan bahwa ada 14 orang yang tidak masuk laporan VCT RS. M Yunus, tetapi mereka positif dan tinggal di Bengkulu. Saat ini sudah ada yang mendapatkan pengobatan langsung dari Jakarta dengan cara obat di kirim via paket.
itu belum seberapa ternyata….